1. Executive Summary:
Eskalasi signifikan dari koreksi Bitcoin. Pasar tidak lagi hanya “terjebak dalam limbo”, tetapi telah mengalami breakdown struktural dengan ditembusnya level-level support on-chain kritis. Bitcoin merosot di bawah basis biaya pemegang jangka pendek (STH Cost Basis ~$109.5K) dan pita -1 STD (~$95.4K), mencapai low lokal di $89,000 dan membawa kinerja year-to-date (YTD) ke territory negatif.
Sentimen dan permintaan mengalami kehancuran di semua front:
- Permintaan Institusional: ETF spot AS mencatat aliran keluar yang dalam dan persisten.
- Sentimen Spekulatif: Open interest dan funding rate futures anjlok ke level terendah siklus.
- Lindung Nilai & Proteksi: Pasar opsi mengalami repricing agresif dengan volatilitas tersirat (IV) dan skew negatif yang melonjak, mengindikasikan dominasi permintaan proteksi downside.
Pasar kini mencari stabilitas di sekitar $88,600 (Active Investors’ Realized Price). Kegagalan mempertahankan level ini akan menjadi sinyal bearish pertama kalinya dalam siklus ini dan berpotensi membawa pasar menuju $82,000 (True Market Mean).
2. Analisis On-Chain: Breakdown Support dan Intensifikasi Panik

2.1. Breakdown di Bawah Pita Support Kritis
Bitcoin tidak hanya gagal keluar dari fase “limbo”, tetapi justru mengalami breakdown konfirmatif dengan menembus dua level kunci:
- Pita -1 STD (~$95.4K)
- Basis Biaya Pemegang Jangka Pendek (~$109.5K)
Implikasi: Kejadian ini adalah yang ketiga kalinya sejak awal 2024, namun yang kali ini memiliki karakteristik berbeda. Penembusan ini mengonfirmasi bahwa hampir seluruh kohort investor baru kini dalam posisi rugi, sebuah struktur yang secara historis memicu panic selling dan melemahkan momentum secara signifikan. Area $95K–$97K yang sebelumnya menjadi support kini berubah menjadi resistance lokal pertama yang harus ditaklukkan untuk mengembalikan keseimbangan pasar.
Koneksi dengan Analisis Sebelumnya: Prediksi dalam “Pasar dalam Mode Menunggu The Fed” tentang risiko kelelahan demand dan analisis “Pressure Jual LTH” tentang struktur pasar yang rapuh, kini menjadi kenyataan. Ketergantungan pada katalis eksternal (The Fed) tidak terpenuhi, sementara tekanan jual internal (LTH) terus berlanjut, menciptakan vacuum demand yang berujung pada breakdown.

2.2. Gelombang Panic Selling dan Realisasi Kerugian Terbesar Sejak FTX
Intensitas panic selling minggu ini mencapai level yang mengkhawatirkan. Realized Loss Pemegang Jangka Pendek (7D-EMA) melonjak hingga $523 juta per hari.
- Ini adalah level tertinggi sejak kolapsnya FTX pada akhir 2022.
- Penyebab: Kluster supply yang sangat padat di zona $106K–$118K yang dibentuk oleh “pembeli puncak”. Ketika harga jatuh, seluruh kluster ini menjadi sumber tekanan jual yang sangat masif.
Interpretasi: Pasar membutuhkan demand yang sangat kuat untuk menyerap gelombang jual yang terdistorsi ini, atau alternatifnya, akan melalui fase akumulasi yang lebih panjang dan dalam sebelum bisa pulih.

2.3. Pencarian Support Baru di Zona Kritis $88.6K – $82K
Dengan breakdown yang terjadi, pencarian support bergeser ke level yang lebih rendah:
- Active Investors’ Realized Price ($88.6K): Ini adalah garis pertahanan utama saat ini. Level ini merupakan basis biaya rata-rata investor aktif (non-dormant) dan sering berfungsi sebagai support dalam fase koreksi.
- True Market Mean ($82K): Jika $88.6K gagal bertahan, $82K adalah target berikutnya.
Koneksi dengan Analisis Sebelumnya: Dalam laporan “Pressure Jual LTH”, level $88.5K telah diidentifikasi sebagai support kritis berikutnya. Pasar kini sedang menguji prediksi tersebut. Keberhasilan atau kegagalan bertahan di level ini akan menentukan apakah ini tetap “fase bear ringan” (mild bear phase) atau berubah menjadi “struktur bear market penuh” seperti 2022-2023.
3. Analisis Off-Chain: Vacuum Demand & Sentimen Defensif Ekstrem

A. ETF: Hilangnya Pilar Permintaan Institusional
Salah satu pilar utama permintaan di siklus ini menunjukkan kerapuhan yang mengejutkan.
- Aliran Keluar yang Dalam dan Persisten: Rata-rata aliran 7-hari ETF tetap negatif secara kuat. Ini menandakan aloKasi modal institusional yang enggan untuk menambah eksposur dalam kondisi koreksi.
- Implikasi: Pilar permintaan terbesar siklus ini belum kembali. Ketiadaan “incremental bid” dari institusi menciptakan vacuum demand yang memperparah penurunan harga.


B. Pasar Derivatif: Pengeringan Leverage Total
Sentimen spekulatif telah runtuh sepenuhnya, yang tercermin dari dua metrik kunci:
- Open Interest (OI) Futures: Terus menurun seiring jatuhnya harga. Trader tidak memanfaatkan harga murah untuk menambah posisi leveraged, melainkan secara sistematis mengurangi risiko.
- Funding Rates: Anjlok ke level terendah sepanjang siklus dan bertahan di territory netral hingga negatif untuk 500 aset teratas.
Interpretasi: Ini adalah pengeringan leverage spekulatif yang sistematis. Pasar derivatif mencerminkan lingkungan “risk-off” yang ekstrem, dimana trader memprioritaskan pelestarian modal daripada spekulasi.




C. Pasar Opsi: Repricing Agresif dan Dominasi Proteksi Downside
Pasar opsi adalah yang paling cepat mereaksi perubahan risiko, dan sinyal yang dikirimkan sangatlah bearish.
| Metrik Opsi | Perubahan & Level | Interpretasi |
|---|---|---|
| Implied Volatility (IV) | Melonjak di semua tenor; DVOL Index ≈ 50 (mendekati level peristiwa 10 Okt) | Trader mengantisipasi gejolak harga besar dalam waktu dekat. |
| 25-Delta Skew | Sangat negatif; +14% untuk tenor 1-minggu | Trader membayar premium sangat tinggi untuk proteksi downside (put options). |
| Aliran Taker (Taker Flow) | Dominasi pembelian put yang sangat besar; aktivitas call minimal. | Posisi defensif dan hedging mendominasi; tidak ada posisi spekulatif upside. |
| Premi Put Strike $90K | Melonjak tajam setelah harga tembus $93K. | Permintaan hedging intensif di sekitar level psikologis kritis. |
Koneksi dengan Analisis Sebelumnya: Sinyal “defensif” yang konsisten dibahas dalam laporan-laporan sebelumnya, kini telah bereskalerasi menjadi “proteksi panik”. Lonjakan IV dan skew yang ekstrem menunjukkan bahwa ketakutan telah menggantikan kehati-hatian.

4. Sintesis & Proyeksi: Dari Limbo Menuju Ketidakpastian Volatil
Pasar Bitcoin telah berevolusi dari fase konsolidasi “limbo” yang lesu, menuju fase breakdown struktural yang disertai volatilitas tinggi.
Skenario Bullish (Pemulihan Terkendali):
- Pemicu: Permintaan institusional kembali secara tiba-tiba (aliran ETF positif), penyerapan panic selling tuntas di sekitar $88.6K, pemulihan di atas $95K-$97K.
- Konfirmasi: Penutupan harga mingguan di atas $97,000.
- Prospek: Fase konsolidasi yang melelahkan dan panjang di zona $88K-$97K sebelum percobaan pemulihan.
Skenario Bearish (Koreksi Lebih Dalam):
- Pemicu: Kegagalan mempertahankan $88,600, aliran keluar ETF berlanjut, tidak ada katalis makro positif.
- Target: Penurunan menuju $82,000 (True Market Mean).
- Prospek: Transisi menuju fase bear market yang lebih dalam, mirip dengan pola 2022-2023, dengan periode akumulasi yang bisa memakan waktu berbulan-bulan.
5. Kesimpulan Strategis: Managemen Risiko di Atas Segalanya
Pasar Bitcoin sedang mengalami uji stres terberatnya dalam siklus saat ini. Breakdown struktural telah terjadi, dan permintaan dari semua sisi (retail, institusi, spekulan) sedang vacuum.
- Untuk Trader Jangka Pendek: Lingkungan sangat berbahaya dan volatil. Strategi terbaik mungkin adalah menunggu di pinggir hingga volatilitas mereda atau konfirmasi reversal yang kuat muncul. Waspadai dead cat bounce yang menipu. Level $88,600 adalah kunci untuk setiap potensi memantul, sementara $95,000-$97,000 adalah resistance pertama.
- Untuk Investor Jangka Panjang: Koreksi ini, meski terasa menyakitkan, adalah bagian dari siklus. Bagi investor dengan keyakinan tinggi pada narasi jangka panjang Bitcoin, penurunan menuju zona $82,000 – $88,600 dapat dilihat sebagai peluang akumulasi strategis dengan risk-reward yang semakin menarik. Namun, kesabaran ekstrem dan dollar-cost averaging (DCA) sangat disarankan, mengingat pasar membutuhkan waktu untuk membentuk dasar yang kuat.
Pasar kini akan sangat sensitif terhadap data makro dan perkembangan regulasi. Kepatuhan terhadap manajemen risiko yang ketat dan pengamatan terhadap data on-chain untuk konfirmasi adalah kunci mutlak untuk bertahan dan mengambil keuntungan dari fase yang penuh tantangan ini.